Cari Blog Ini

Senin, 07 Oktober 2013

BUKAN ANEH



 Jika, ide menuliskan kata-kata dorongan kepada orang lain terasa sedikit 'aneh' bagi anda, saya menantang anda untuk merangkul keanehan itu, silahkan mencobanya dan cobalah merasainya.

Adalah hari ke-lima dari bulan ke sepuluh ditahun dua ribu tiga belas, iya, tepat dua hari yang lalu, bersentuh tangan dengan segelintir orang hebat penghuni sebagian kecil dunia, menguar senyum diantara keringat bercucur, membuka hati menguak bahagia, untuk mereka yang tidak perlu saya ketahui eksistensinya.

Ada banyak untai kalimat bertanda tanya yang memerlukan begitu banyak ketulusan untuk memaknainya, karena apa yang di pertanyakan harus berulang kali  memutar logika  untuk bisa dipahami penyebabnya.

mungkin saya seharusnya lebih dulu mengerti, pelita apa yang mampu menghangatkan hati tanpa harus ada sinar yang tampak secara pasti. disini, tanpa media berarti, kami terkontaminasi oleh kehanagatannya. melalui carik kertas dan beberapa batang balpoin yang maknanya setara dengan jutaan harap penghidupan, saya rasa ini bukan lagi bekerja bakti untuk mereka, lebih dari itu, saya merasa telah memantaskan diri untuk penghidupan, disanalah kekuatannya, semua yang saya alami ternyata adalah bentuk penyempurnaan yang tidak akan disesalkan.

dulu sekali, ketika saya tidak begitu mengerti apa itu hati, logika membawa saya pada beberapa tanya sederhana, mengapa semua orang selalu katakan bahwa hati tidak pernah bisa dibohongi?, apa rasa memiliki porsi khusus bagi pribadi manusia?, atau hati dan logika ada pada jalur masing-masing sehingga tidak memiliki keterkaitan sama sekali? apa artinya mereka yang lebih banyak berlogika berarti juga lebih sedikit mempergunakan hati dalam bertindak?

semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu, memerlukan perenungan yang cukup dalam untuk didapatkan, dan dari cerita di tanggal lima itu, saya belajar banyak hal mengenai hati. Bahwa hati tidak memiliki kecenderungan menyesuaikan diri dalam ukuran kuantitas dan kualitas pembahagiaan, jika ia bahagia maka semua hal begitu menyenangkan, dan jika ia tak suka maka semua hal jadi tidak dapat dirasa dengan peka, rasanya tidak cukup logika mengarah kepadanya, mengapa bisa satu hal yang sederhana menjadi sebegitu mengesankan, itulah hati ia menyebarkan emosi membahagiakan menjalar sampai menuju syaraf-syaraf kesatuan manusia bahkan dalam keadaan yang tidak disadari pribadi itu sendiri. ia tidak pernah berbohong. seperti apapun saya merasa lelah, saya tetap bahagia. dan kapasitasnya pada setiap pribadi adalah karna seberapa besar kita membuka hati itu saja.

Menderet kata-kata motivasi untuk orang-orang di seberang sana, seperti memberikan motivasi untuk pribadi, seperti melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri, jadi bagaimana bisa hal-hal semacam ini tampak aneh? ini adalah hal-hal yang hebat, yang ekonomis, yang membahagiakan, yang bisa dilakukan siapapun di dunia ini. untuk mereka yang tidak lain juga adalah keluarga kita yang hakiki. dan untuk kita sendiri.

"Orang asing adalah keluarga yang belum kamu kenal" Mitch Albom.

jadi coba kenali mereka sampai kamu bisa benar-menar mengenali hati mereka, tanpa harus ada jaminan timbal balik serupa dari mereka. kamu bahagia oleh dirimu sendiri melalui apa yang kamu berikan untuk mereka, bukankah begitu?


Sesuatu yang beda, apalagi berguna itu menarik buat saya,
terima kasih Indonesia Mengajar, bagaimanapun juga cerita adalah data yang punya jiwa, berbagi bukan lagi tentang memberi dan peduli tapi juga menerima dan menghidupkan hati.

Kamis, 03 Oktober 2013

Di Usiamu

Kali ini di usiamu,

Tanpa kue tar kecil dan sebatang lilin menyala di tengahnya. Tanpa 'make a wish ' singkat sebelum hembusanmu memadamkan nyalanya. tanpa segala hal simbolis penyerta usia genapmu,

kali ini diusiamu,

Tanpa kado mewah dariku, tanpa peluk cium di keningmu, tanpa jabat tangan penghantar ucap selamat untukmu, dan tanpa segala hal yang mungkin cukup berarti untukmu,

iya,
kali ini,

dengan segala ke'Tanpa'an itu, aku tak mampu menghapus rangkaian doaku yang tak pedulikan pedulimu, yang  terderet tanpa menghitung detik, jam, hari, dan berbagai penggal waktu dalam deretan angka tahunmu,
semua itu adalah dekapku, dekap yang lebih dari sekedar peluk, Tanpa aku dan tanpa jutaan rencana yang mengisyarat kearahnya, tanpa jutaan tanya keingintahuanku untuk menjadi apa kamu di detik-detik setelah ini. tapi pasti dengan jiwaku.

iya, kamu sist,..

yang kadang menyebalkan dan susunkan kalimat-kalimat tak pantas dari ucapku, yang kata-kata bawelnya kadang buat aku tak segan banting pintu, yang nasihat-nasihatnya hilangkan nafsu makan dan tidurku. Iya kamu, kamu yang benar-benar kamu,yang dengan semua itu tegapkan aku, bangkitkan aku, peluk aku, bimbing aku, imami aku, kamu begitu fungsional dalam keberperananmu,

dan kali ini  di usiamu,..

aku ingin berbagi sedikit teori denganmu,..
"Hidup yang tidak percuma tidak membutuhkan penghitung panjangnya waktu ketika ia di dunia".
dan yang berarti untukku diusiamu adalah karena peranmu.

Selamat tanggal 4 my Sist, Maya Herdiana,...