Kali ini di usiamu,
Tanpa kue tar kecil dan sebatang lilin menyala di tengahnya. Tanpa 'make
a wish ' singkat sebelum hembusanmu memadamkan nyalanya. tanpa segala hal simbolis penyerta usia genapmu,
kali ini diusiamu,
Tanpa kado mewah dariku, tanpa peluk cium di keningmu, tanpa jabat tangan penghantar ucap selamat untukmu, dan tanpa segala hal yang mungkin cukup berarti untukmu,
iya,
kali ini,
dengan segala ke'Tanpa'an itu, aku tak mampu menghapus rangkaian doaku yang tak pedulikan pedulimu, yang terderet tanpa menghitung detik, jam, hari, dan berbagai penggal waktu dalam deretan angka tahunmu,
semua itu adalah dekapku, dekap yang lebih dari sekedar peluk, Tanpa aku dan tanpa jutaan rencana yang mengisyarat kearahnya, tanpa jutaan tanya keingintahuanku untuk menjadi apa kamu di detik-detik setelah ini. tapi pasti dengan jiwaku.
iya, kamu sist,..
yang kadang menyebalkan dan susunkan kalimat-kalimat tak pantas dari ucapku, yang kata-kata bawelnya kadang buat aku tak segan banting pintu, yang nasihat-nasihatnya hilangkan nafsu makan dan tidurku. Iya kamu, kamu yang benar-benar kamu,yang dengan semua itu tegapkan aku, bangkitkan aku, peluk aku, bimbing aku, imami aku, kamu begitu fungsional dalam keberperananmu,
dan kali ini di usiamu,..
aku ingin berbagi sedikit teori denganmu,..
"Hidup yang tidak percuma tidak membutuhkan penghitung panjangnya waktu ketika ia di dunia".
dan yang berarti untukku diusiamu adalah karena peranmu.
Selamat tanggal 4 my Sist, Maya Herdiana,...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar