Cari Blog Ini

Senin, 11 November 2013

Dibawah Langit



Bagi saya,
perjalanan ini bukan hanya tentang bagaimana menyusun langkah untuk mencipta skala lebih tinggi,
bukan hanya tentang bagaimana mengatur nafas untuk seimbangkan detak jantung,
bukan hanya tentang mengumpulkan tekad untuk mampu mencapai tumpu yang menjadi sasaran.
saya percaya Tuhan memiliki media hebat untuk menyampaikan pesan melalui perjalanan kami.
'pendakian ini'. untuk menjadi sesuatu yang lebih sempurna dari langkah, dari nafas, ataupun tekad, semua menyatu dalam Alam. 'Tuhan Maha Sempurna.'



dan sampai di tanggal 8 November dalam pagi, dan dalam dingin. masih ada semangat menjejal untuk menikmati bagaimana syaraf-syaraf motorik manusia memperlakukan pijakan di atas bumi, mengayunkan langkah per satu detik menjadi jarak ribuan meter demi satu hal yang disebut pencapaian. mengumpulkan semangat untuk satu teriakan 'saya mampu,...!' dan menjadikan satu anggukan mutlak 'saya memang mampu!' Lucu memang, suatu hal yang sederhana ini menjadi bagian dari hal hebat untuk penyelarasan hati dan pikiran, khususnya untuk saya saat itu, seperti saya berada ditengah jembatan penghubung naluri dan rasionalitas akal pikiran. dan kami benar-benar melakukannya.  kami telah membagi kepedulian melalui solidaritas dengan nyata, kami telah membagi nafas melalui kesatuan saling peduli, kami membagi jabat erat untuk satuan nafas lelah yang kami nikmati bersama.kami telah membagi langkah melalui ulur tangan pendakian, mencipta nafas yang jauh lebih berarti untuk dirasakan dipuncak pencapaian. dalam satu perjalanan ini kami telah banyak mengerti apa itu hidup dan penghidupan. Bukankah itu istimewa? sesuatu yang hebat memang tidak harus selalu mewah. sesuatu yang berharga tidak harus selalu dibayar mahal. 'seperti kali ini'. bukan seberapa lama kamu bisa mencapai puncaknya, dan bukan seberapa sering kamu melakukannya, tapi bagaimana kamu memaknainya. mengarahkan sudut pandang menjadi hal yang jauh lebih sempurna dari pendakian.

Menyaksikan bagaimana bahagia menari dalam variasinya, semesta tiba-tiba seperti berkomunikasi, langit kami berekspresi disana, memberikan karakternya yang kuat menyampai makna.seakan mengajak bicara apapun dan siapapun yang hendak menyapanya,.mengajarkan kami tentang arti mimpi yang tidak hanya bisa ditemui di atas tempat tidur. tentang mimpi yang punya jiwa dan mampu menjelma nyata. tentang angan-angan, tentang khayalan, tentang penjiwaan, tentang kesatuan.
iya! kesatuan kami. segalanya menjadi begitu rasional. semesta menjadi layar penghidupan dan manusia adalah penggal cerita yang membuat layar menjadi begitu sarat makna. menata lintasan keinginan sebagai sesuatu yang menyenangkan bahkan sekalipun masih berada dalam prosesnya.


Ada satu hal yang dapat saya simpulkan, puncak tidak akan tercapai tanpa langkah pertama dikaki gunung paling dasar, ketinggian juga ada karena pijakan yang lebih rendah pada langkah sebelumnya, menuju puncak adalah berarti beranjak dari medan yang luas menuju medan yang lebih kecil, tapi pandangan akan jauh lebih meluas saat kami berada di puncak.

 'sebab naik itu menuju arah 'tinggi' maka kamu ada pada "keharusan" lebih luas dan lebih banyak menatap kebawah untuk mencapai hal yang disebut peningkatan.'

filosofi mutlak untuk kehidupan. Terima kasih. Puncak Gede.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar